Dasar dasar kepemimpinan dalam Islam (Ust. Muchtar)

1. Bertaqwa kepada Allah S.W.T

-QS.Ali Imran [3]: 102:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah sebenar-benarnya takwa, dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan memeluk agama Islam.”

Dimulai dengan taqwa dan perkara taqwa ini paling sering di sebut sebut Rasulullah. Dijelaskan Ali R A taqwa mengandung unsur :
a. Takut kepada Allah sehingga perilakunya akan selalu menjaga diri agar tidak dimurkai oleh allah S.W.T
b. Bersiap siap menghadapi hari perpisahan
c. Rela dengan sesuatu yang terlihat sedikit (Qonaah atau rasa puas dalam hati)

Balasan dari Allah S.W.T kepada orang yang bertaqwa :
a. Akan diberi jalan keluar terhadap persoalannya
b. Diberi rezki dari arah yang tidak disangka sangka
c. Akan diberi Pahala yang besar

2. Tanggung jawab

-Surat An-Nahl Ayat 93-96

وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَلَتُسْأَلُنَّ عَمَّا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan”. (16: 93)

Kepemimpinan adalah tanggung jawab di dunia dan akhirat tanggung jawab disisi manusia dan Allah S.W.T. “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban terhadap kepemimipinan nya”. Abu Dzar Al Giffari pernah minta kepada Rasul untuk menjadi pemimpin, Rasul tidak mengijinkan dan bersabda “aku lemah untuk melihat kamu jadi pemimpin”

3. Musyawarah dan Istiqarah
-Asy-Syura ayat 38

وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ

“Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka”
Ajaklah mereka bermusyawarah sepandai pandainya kita masih ada yang kurang didalam diri kita. Istiqarah itu memohon pilihan kepada Allah S.W.T. Tidak menyesal orang yang bermusyawarah dan tidak akan rugi orang yang istiqarah.

4. Adil

-Surat An-Nahl Ayat 90-92

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebijakan, memberi kepada kamu kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (16: 90)

Berbuat adil lah kalian karena adil ini lebih dekat kepada taqwa. Keutamaan orang yang adil :
a. Akan dinaungi Allah di hari tidak ada naungan kecuali naungan Allah S.W.T
b. Akan ditempatkan di mimbar dari cahaya di sisi Allah
c. Kecintaan dari orang-orang yang dipimpin nya
d. Mahabattullah (kecintaan Allah)

5. Tidak membebani orang lain di luar kemampuannya

-Al Baqarah : 287

لاَ يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلاَّ وُسْعَهَا‌ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ‌ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَاۤ اِنْ نَّسِيْنَاۤ اَوْ اَخْطَاْنَا‌ۚ رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَاۤ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَه عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا‌‌ۚرَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِه‌ ۚ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا اَنْتَ مَوْلٰنَا فَانصُرْنَا عَلَىالْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

“Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan batas kemampuannya. Baginya ganjaran untuk apa yang diusahakannya, dan ia akan mendapat siksaan untuk apa yang diusahakannya. Dan mereka berkata, Ya Tuhan kami, janganlah Engkau menghukum kami jika kami lupa atau kami berbuat salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau membebani kami tanggung jawab seperti Engkau telah bebankan atas orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami janganlah Engkau membebani kami apa yang kami tidak kuat menanggungnya; dan ma’afkanlah kami dan ampunilah kami serta kasihanilah kami kerana Engkaulah Pelindung kami, maka tolonglah kami terhadap kaum kafir.”

Siapa yang menyulitkan orang lain akan disulitkan oleh Allah di hari akhirat

6. Al-Amanah (dapat dipercaya)

-QS. An-Nisa’: 58

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ النَّاسِ أَن تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا﴿٥٨

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat.”

-QS. Al-Ahzab: 72

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا﴿٧٢﴾

“Sesungguhnya kami Telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh,”

Bedanya pemimpin yang beriman dan yang tidak beriman adalah pemimpin yang beriman selalu menunaikan amanah, kalau yang tidak beriman akan selalu munafik.

Keutamaan amanah :
a. Selamat dari salah satu sifat orang munafik
b. Salah satu sifat penduduk surga Firdaus, Surga yang yang tertinggi kedudukan nya disisi Allah
c. Bisa menjadi termasuk orang yang bersedekah

Tunaikan amanah kepada orang yang memberikan amanah kepadamu.

7. Ketaatan hanya berada pada perkara yang baik saja

Ada 3 hal yang ditetapkan pemimpin :
a. apa yang sesuai dengan syariat
b. apa yang menyelisihi sariat (tidak boleh diikuti)
c. yang tidak dilarang dari syariat, tetapi untuk kemaslahatan umat

8. Suri Tauladan

-QS. Al-Ahzaab: 21

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri teladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
Sesungguh nya pada diri Rasul ada suri tauladan yang baik. Bawahan akan mengikuti apa yang dilakukan atasan

9. Saling menasehati

-Al-Hujuraat: 10

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ.

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, oleh karena itu damaikanlah antara kedua saudara kalian dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian mendapat rahmat”

Orang yang terbaik adalah orang yang selalu menasehati dalam kebaikan dan taqwa

10. Memberikan Hadiah

Saling memberi hadiah adalah hal yang mestinya dibiasakan. Namun demikian hal itu mesti diselaraskan dengan syariat.
Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda:

تَهَادُوْا تَحَابُّوْا

“Saling menghadiahilah kalian niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 594, dihasankan Al-Imam Al-Albani t dalam Irwa`ul Ghalil no. 1601)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 − 7 =